9 Januari 2017 - 04:59
Menyusul Wafatnya Rafsanjani, Rouhani Tetapkan Iran Berkabung Nasional 3 Hari

Mantan presiden Iran dua periode tersebut tutup usia dalam usia 82 tahun di rumah sakit Syuhada Tajrish Tehran ahad sore (8/1) secara mendadak karena serangan jantung.

Menurut Kantor Berita ABNA, duka mendalam meliputi bangsa Iran dengan kepergian seorang elit politik yang turut berperan dalam berdirinya Republik Islam Iran, Ayatullah Akbar Hashemi Rafsanjani. Mantan presiden Iran dua periode tersebut tutup usia dalam usia 82 tahun di rumah sakit Syuhada Tajrish Tehran ahad sore (8/1) secara mendadak karena serangan jantung. Mendengar berita duka tersebut, Presiden Iran Dr. Hassan Rouhani segera menuju rumah sakit. Di akun twitter pribadinya, Presiden Iran tersebut menuliskan, "Ruh mulia sosok revolusioner dan politisi, simbol kesabaran dan ketekunan telah bermi'raj ke langit". 

Almarhum Ayatullah Rafsanjani telah memegang serangkaian jabatan penting di pemerintahan dan legislatif selama hidupnya. Ia pernah menjabat sebagai ketua Parlemen Iran, dua periode menjabat sebagai presiden Iran dari 1989-1997 dan menjadi ketua majelis Pakar Iran. Ia juga banyak menghasilkan karya tulis terutama dalam bidang politik Islam. 

Atas kepergian tokoh politik paling berpengaruh di Iran tersebut, Presiden Rouhani menyatakan Iran selama tiga hari dalam situasi berkabung nasional.